Getting Burnt in a Flame (6)
Tiga bulan lamanya aku berjibaku dalam eksperimen di lab. Pertengahan Juli 2007, masa-masa eksperimen di lab yang berat itu akhirnya terlewati juga. Sepertinya tidak bisa dipercaya bagaimana aku bisa melalui semua itu: bangun jam 6 pagi, berkemas, menyiapkan bekal, menghabiskan waktu 12 jam di lab, pulang kembali dalam keadaan letih lesu sekitar jam 9 malam, masak, makan malam dan harus pula mengolah data yang didapat hari itu sampai sekitar jam 11 malam, untuk menentukan apa yang harus dilakukan esok harinya.
Sejak pertengahan Juli itu aku memulai pengolahan data, analisa dan pembahasan. Bab-bab awal seperti pendahuluan, dasar teori dan experimental set-up sudah aku tulis simultan dengan eksperimen. Nona Jorjevik memang teliti dan telaten. Seluruh tulisanku benar-benar diperiksa, mulai dari spelling/grammar, pilihan kata, logika, proses penghitungan, keakuratan referensi, ketajaman analisa sampai penampilan. Tak satu paragraf pun yang luput dari perhatiannya. Dalam hal ini aku kembali harus mengacungkan jempolku buatnya.
Dua minggu terakhir bulan Juli aku menyelesaikan seluruh pembahasan itu, lalu aku menyerahkan draft 4 bab pertama kepadanya di akhir bulan Juli. Itu adalah deadline yang dibuatnya mengingat di bulan Augstus dia akan cuti selama 3 minggu.
Setelah diperiksa olehnya, draft yang aku buat itu dikembalikan lagi kepadaku untuk aku revisi selama dia cuti. Setelah dia selesai cuti di minggu ketiga Agustus, aku serahkan kembali hasil revisiku.
Akhirnya tanggal 1 September aku siap menyerahkan draft final kepada Pak Zarzalis untuk diperiksa. Sekitar 3-4 hari draft final itu dibaca oleh Pak Zarzalis, lalu dikembalikan dengan sedikit revisi kecil. Tanggal 11 September aku dijadwalkan untuk melangsungkan presentasi akhir dalam suatu seminar.