Jelajah Karlsruhe (3) - Fasching
Monday, February 4th, 2008Salah satu tradisi unik di Karlsuhe adalah karnaval tahunan. Karnaval ini dalam bahasa setempat disebut "Fasching". Diadakan setahun sekali, tiap hari Selasa sebelum "Rabu Abu" - hari raya Katolik yang menandai dimulainya masa Pra-paskah. Senin (Rosenmontag) dan Selasa (Faschingsdienstag) sebelum Rabu Abu (Aschermittwoch) memang dirayakan cukup meriah di Jerman selatan yang masih cukup kental dengan tradisi Katolik, meski dengan nuansa religius yang semakin lama semakin memudar.
Rute karnaval ini adalah jalan-jalan utama di kota Karsruhe, dengan Marktplaz (alun-alun kota) sebagai pusatnya. Di Marktplatz itulah didirikan tribun, dimana para pembesar kota hadir dan menyambut peserta karnaval.
Peserta karnaval yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat berbaris dengan balutan kostum berwarna warni dan lucu-lucu, seperti pakaian tradisional, badut, nenek sihir, dll. Pada umumnya mereka duduk di atas mobil hias, tapi ada pula yang berbaris sambil menari atau bermain drum band.
Cukup unik juga bahwa anggota drum band itu juga terdiri dari ibu-ibu dan kakek-kakek. Tapi mereka tidak berjalan dengan tangan kosong. Sesekali mereka melemparkan makanan kecil seperti kacang, coklat dan permen ke arah penonton. Para penonton juga datang dengan kostum warna warni, sehingga menjadikan suasana semakin semarak.
Oh iya, satu lagi yang tak kalah menarik, beberapa jam sebelum dimulai para penonton telah membanjiri rute karnaval. Orang-orang dari segala usia berkumpul bersama, menikmati suasana dengan bercanda dan berdansa dengan iringan lagu-lagu folk song yang menghidupkan suasana, seperti petikan syair berikut ini:
Am Rosenmontag bin ich geboren,
am Rosenmontag in Mainz am Rhein,
bis Aschermittwoch bin ich verloren,
denn Rosenmontagskinder müssen närrisch sein!
[link youtubenya bisa diklik disini]
Selamat menikmati foto-fotonya…
dan selamat hari Rabu Abu bagi yang mengimaninya!
Beberapa jam sebelum karnaval dimulai,
penonton sudah memadati jalan raya
Para bangsawan (Markgraf) berdiri di tribun,
menyambut peserta pawai sambil berseru,
"Hellaw!"
Polisi dari "Polda" Baden-Württemberg
membuka iring-iringan peserta karnaval sambil menunggang kuda.
Drum Band
Faktor usia tidak melunturkan semangat
bapak-bapak dan ibu-ibu ini untuk meniup terompetnya
Semarak
Dengan kostum yang berwarna-warni,
suasana karnaval menjadi hidup dan semarak
Apache
Komunitas Indian Apache yang ada di Karlsruhe,
ikut berpartisipasi sebagai peserta karnaval
Sihir
Seorang "tukang sihir" beraksi tepat di depanku,
mungkin lulusan Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry
Gadis-gadis Jerman yang jelita melambaikan tangan,
sambil melemparkan permen ke arah penonton







