Ronce Fridericiana (2)
Sunday, March 18th, 2007Ucapan selamat datang itu adalah kalimat pembuka dari Profesor Zarzalis. Sebagai ketua program
studi ini, ia membuka acara ini dengan resmi melalui sebuah pidato. Aku mulai mengarahkan konstenrasiku atas apa yang ia coba sampaikan, begitu pula teman-teman yang lain, sehingga suasanya menjadi sangat hening.
Pada awal pidatonya ia mengucapkan selamat atas diterimanya kami di Universitas Karlsruhe. Menurutnya ini adalah suatu kesempatan yang sangat baik, karena kami dapat mengenyam pendidikan di universitas teknik tertua di Jerman dan lebih dari pada itu belum lama ini Universitas Karlsruhe juga mendapat anugerah elite university dari Centrum für Hochschulentwicklung
(CHE) - suatu lembaga akreditasi pendidikan tinggi di Jerman.
"In 1825 the University of Karlsruhe was founded as a polytechnical school"
lanjut Profesor Zarzalis.
Mendengar kata tahun 1825, yang terlintas di pikiranku adalah perang Diponegoro. Sulit untuk membayangkan, di saat mana bangsa Indonesia masih bergerilya dengan bambu runcingnya, di kota ini telah didirikan perguruan tinggi teknik.
"It was Duke Friedrich von Baden who raised the polytechnic to the status of university, and the school has been known as Fridericiana in his honour."
Selanjutnya ia menguraikan sederet nama-nama para kampiun di dunia engineering yang mempunyai keterkaitan dengan universitas ini. Heinrich Hertz - penemu gelombang elektromagnetik - adalah profesor di Universitas Karlsruhe sejak 1885. Sementara itu, Karl Benz - pelopor industri otomobil berbahan bakar bensin - adalah mahasiswa Teknik Mesin di universitas ini pada tahun 1860. Ada lagi beberapa penerima hadiah Nobel yang mempunyai afiliasi dengan universitas ini, baik sebagai pengajar atau pernah kuliah di sini.
Sebagai universitas dengan tradisi akademis sedemikian panjang, sudah tentu Universitas Karlsruhe sangat memegang peranan besar dalam dunia riset di Jerman, bahkan di dunia. Investasi besar-besaran ditanam untuk riset-riset mutakhir di bidang nanobiologi, optik dan photonik disamping juga topik-topik yang selama ini sudah berlangsung seperti informatika, energi dan ekologi. Maka itu, pantas juga jika universitas ini menyandang nama "research university".
Hmm.., aku cuma bisa diam dan mencoba memahami apa arti semua itu dan bagaimana aku bisa terlibat dalam perjalanan panjang ini. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan Profesor Zarzalis pun mengakhiri pidatonya.
( … bersambung)
