Ucapan Terima Kasih
Friday, November 25th, 2005Orang bijak berkata, "jika engkau melakukan kebaikan kepada seseorang, tulislah itu di atas pasir pantai; tapi jika engkau mendapatkan kebaikan dari seseorang, pahatlah itu di atas batu cadas."
Mungkin untuk memahat di atas batu cadas saat ini aku masih belum mampu, tapi baiklah di sini aku catatkan nama-nama mereka yang berjasa bagiku di masa-masa berurai air mata duka, yang mendukung aku, memberi perhatian - sekecil apa pun itu - sungguh, bagiku itu semua sangat besar artinya.
1. Bp. Agung Abigana yang mencarter mikrolet dan menemani aku ke rumah sakit pada saat aku terkapar di jalan.
2. Adik iparku Leo, serta teman-teman sekerjaku yang membantu aku pada saat terjadinya kecelakaan, baik yang mengangkat aku dari jalan, mengangkat aku ke mikrolet dan mengamankan sepeda motor dan propertiku dari orang-orang tak bertanggung-jawab : Bp. Heru Slamet, Sdr. Priyo, Sdr. Totok, Sdr. Azhari, dan teman-teman lain yang mungkin aku lupa *maafkan aku*
3. Para perawat di Unit Lukas RS St. Carolus Jakarta Pusat : Zr. Agnes, Zr. Prida, Zr. Ina, Zr. Aida, Zr. Aisyah, Zr. Vany, Br. Wayan, dan para perawat lain yang mungkin aku lupa *maafkan aku*
4. Dr. Ifran Saleh, FICM, DSBO - Dokter orthopedi yang bertanggung jawab untuk menangani pengobatanku
5. Zr. Suratih - alias ‘Bu Pur - perawat bedah yang merawat aku di ruang bedah, serta dokter anastesi dan perawat di unit bedah yang menangani aku
6. Zr./Mbok Made, perawat ICU yang merawat aku dalam keadaan kritis
7. Dermawan (-dermawan) anonim yang telah menyumbangkan darahnya untuk ditransfusikan ke dalam nadiku
8. Pater Ben, OFM yang dengan setia mengunjungi dan menghibur aku dalam penderitaan sejak di ICU sampai pulang
9. Keluarga besar Amang J. Sitorus/ br. Lumban Gaol & Amang K. Pangaribuan/ br. Lumban Gaol, yang telah banyak membantu moril maupun materil, terutama Ompung boru Sinaga yang telah berlelah-lelah merawat dan mengasuh Thomas selama aku dan Louise di rumah sakit
10. Keluarga besar marga Silitonga, khususnya Tulang L. Silitonga/ br. Gultom, Tulang B. Silitonga/ br. Lbn. Sormin, Amanguda Siahaan/ br. Silitonga dan abang Sijabat/ br. Silitonga yang telah memberi dukungan moral dan perhatian yang besar selama aku dirawat
11. Rm. Beny, SVD yang telah memberikan sakramen pengampunan ketika aku sedang kritis
12. Rm. Alex, Pr yang telah memberikan sakramen perminyakan setelah aku dioperasi
13. Teman-teman sejawatku yang membesuk aku ke rumah sakit : Pak Satata, Pak Henry, Pak Felix, Pak Yuliatmoko, Mbak Utiek, Pak Samsul Bachri, Pak Seno, Dodiek Dyan, Achmad Martono, Aldila, Kustanto, Siswanto, Bu Nuri, Mbak Yanthi
14. Tetangga-tetanggaku yang membesuk aku : Pak Yanto, Pak Wayan, Bung Rofinus
15. Rekan-rekan se-almamaterku dulu yang memberi dukungan baik membesuk maupun melalui sms : Altamira, Yulianti Proborini, Dian Cahayani, Aan P. Nirwana, Beny Kuncoro
16. Bapak/Ibu dari lingkungan St. Silvia, Paroki St. Leo Agung - Jatibening : Bu Markus, Bu Bu Wellem, Bu Agung, Pak Markus, Pak Haryono, Pak Frederick, Pak Sostro yang mengunjungi dan banyak mendukung aku dalam doa
17. Mbak Ufan dan rekan-rekan Persekutuan Doa Karyawan Nusametal yang tanpa henti membantu mendoakan aku
18. Uda Marihot (Bp. Samuel) yang secara khusus datang dari Palembang untuk mangupa aku. Ombung boru, Bou Santi (Ma. Richard), Uda Lomok (Bp. Gabby), Uda Anggiat (Bp. Jamsir), Bou Ma Yes dan keluarga besar yang tinggal di Jambi yang mendukung aku dalam doa
19. Tulang, Nantua dan semua Nanguda di Parinsoran - Tapanuli Utara yang mendukung aku dalam doa
20. Pdt. Nababan dari HKBP Resort Jatiwaringin dan ibu-ibu punguan parsahutaon wijk 6 yang menyempatkan diri datang ke rumah untuk mendoakan aku
21. Ibu-ibu kelompok doa koronka dari lingkungan St. Silvia, Paroki St. Leo Agung Jatibening yang selalu membawa aku dalam ujud doa mereka
22. Rm. Thomas Rochadi Widagdo, Pr yang dipakai Tuhan untuk menyempurnakan kesembuhanku melalui mukjizat-Nya yang luar biasa
23. Keluargaku terdekat : Mama, Louis dan Thomas - yang mencurahkan segenap waktu, pikiran dan tenaga mereka untuk merawat dan mendukung aku.
Tidak ada balas jasa yang mampu aku berikan sebagai bentuk penghargaan bagi usaha Anda sekalian. Namun aku senantiasa berdoa, semoga Tuhan sumber segala kebahagiaan menganugerahkan balasan yang setimpal untuk segala budi baik Anda.


